Rabu, 3 Jun 2009

~Bersiwak~



Bismillahirahmanirrahim..
Sabda Rasulullah S.A.W:"Barangsiapa yg menghidupkan sunnahku maka ia telah mencintaiku,dan siapa yg mncintaiku maka ia akn bersama ku di dlm syurga kelak." (H.R.TABRANI)

Empat perkara dari sunnah para anbiya' :Berwangi-wangian,Nikah,Siwak dan Inai..

Siwak(Chewing Stick) pada umumnya adlh suatu yg ditinggalkan oleh manusia pada zaman ini.Siwak memiliki nama-nama lain di setiap komunitas, seperti misalnya di Timur Tengah disebut dengan miswak, siwak atau arak, di Tanzania disebut miswak, dan di Pakistan dan India disebut dengan datan atau miswak. Masyarakat arab sebelum kedatangan islam, menggunakan akar dan ranting kayu dari pohon arak (Salvadora persica) yang hanya dapat tumbuh di daerah asia tengah dan afrika, yang belakangan diketahui sebagai alat pembersih gigi terbaik hingga saat ini.Setelah kedatangan islam,Rasulullah S.A.W menetapkan penggunaan siwak (chewing stick) sebagai sunnah baginda yang sangat dianjurkan. Hal ini menunjukkan bahwa RasuluLlah adalah orang pertama yang mendidik manusia dalam memelihara kesehatan gigi. Rasulullah memandang kesehatan dan kebersihan mulut adalah penting, sehingga baginda sentiasa menganjurkan pada isterinya untuk selalu menyiapkan siwak untuknya hingga akhir hayatnya.


Siwak dalam bahasa arab ialah sesuatu alat utk menggosok mulut, manakala dlm istilah pula bererti kayu atau alat utk membersihkan mulut dari kotoran.
Seafdhalnya menggunakan kayu arak(siwak) krn mempunyai byk kelebihan seperti yg disebutkan dlm hadis.Seafdhal-afdal kelebihannya ialah mendapat keredhaan ALLAH serta kesenangan mengucap dua kalimah syahadah ketika mati.
Sabda baginda S.A.W:" Aku telah banyak menekan kpd kamu tentang bersiwak."

Antara sunnah yg berkaitan dengan siwak yg telah di lakukan oleh baginda S.A.W ialah:
1- Bersiwak ketika masuk dan keluar masjid
2- Bersiwak ketika masuk dan keluar rumah
3- Bersiwak ketika azan
4- Bersiwak ketika menghadiri majlis ilmu dan zikir
Ertinya: sesungguhnya mulut-mulut kamu merupakan jln bg al-quran ,maka wangikanlah dgn bersiwak. (H.R IBNU MAJAH)
5- Bersiwak ketika ingin tidur dan waktu bangun dr tidur terutama waktu sahur
Ertinya:"Rasululullah ketika bangun waktu mlm baginda akn menggosok mulut(gigi) menggunakan siwak."(H.R.MUSLIM)
6- Bersiwak ketika bertayamum
7- Bersiwak ketika lapar dan dahaga
8- Bersiwak ketika khutbah jumaat
9- Bersiwak ketika ingin bersama isteri
10- Bersiwak ketika iqamat
11- Bersiwak ketika setelah selesai solat witir
12- Bersiwak ketika sblm dan selepas makan
13- Bersiwak ketika sebelum mandi
14- Bersiwak ketika beretemu sahabat andai
15- Bersiwak ketika memasuki ka'bah
16- Disunatkan menggosok mulut dgn mengguna siwak(melintang pada gigi dan memanjang pd lidah serta di tegah meletakkan siwak di tanah.
17- Membasuh siwak sblm menggunakannya
18- Disunatkan meletakkan siwak di belakang telinga kiri.
Ertinya: Abu salamah melihat Zaid bin Khalid duduk di masjid sedang siwaknya berada di belakang telinganya,tempat kebiasaan penulis meletakkan pena .(H.R. AHMAD)

Sabda Rasulullah S.A.W:"Jika tidak kerana kesusahan yg bakal kamu timpa, maka akan aku wajibkan bersiwak pada setiap solat."(H.R ABI DAUD)
"Siwak itu membersihkan mulut dan mendapat keredhaan ALLAH"(H.R BUKHARI&MUSLIM)
Rasulullah bersabda:"Barangsiapa yg melakukan satu sunnah kebaikan dlm islam,maka baginya pahala dan pahala org yang beramal dgn sunnah tersebut slpsnya tanpa dikurangkan sedikit pun pahala."(H.R MUSLIM)


Menghidupkan sunnah yg ditinggalkan oleh manusia merupakan perkara yg tinggi nilainya di sisi ALLAH dan merupakan pendekatan kpd keredhaanNYA.
Ayuh sahabat!kita hidupkan sunnah2 Rasulullah yg makin ditinggalkn ini sbg tanda kasih dan cinta kita kpd bginda S.A.W. Masih byk lagi sunnah2 baginda yg patut kita hidupkn..kalau bukan kita sbg umat Nabi S.A.W utk lakukan,siapa lagi??
Mudah-mudahan syafaat baginda menyinari kita di akhirat kelak..Insyaallah.

sumber:sunnah2 yg ditinggalkn oleh:al-habib Muhamad bin Alwi Al-Idrus
(diterjemah oleh:ust.Mohd Fauzi)

Isnin, 1 Jun 2009

~Ciri2 Wanita Solehah~




Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah Subhaanahu wata’ala yang mulia. Karakteristik wanita berbeza dari laki-laki dalam beberapa hukum misalnya aurat wanita berbeza dari aurat laki-laki. Wanita memiliki kedudukan yang sangat agung dalam islam. Islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Wanita yang mulia dalam islam adalah wanita muslimah yang solehah.
Wanita muslimah tidak cukup hanya dengan muslimah saja, tetapi haruslah wanita muslimah yang solehah karena banyak wanita muslimah yang tidak solehah. Allah Subhaanahu wata’ala sangat memuji wanita muslimah, mu’minah yang sabar dan khusyu’. Bahkan Allah Subhaanahu wata’ala mensifati mereka sebagai para pemelihara yang taat. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:
Ertinya: “Maka wanita yang solehah adalah yang taat, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah menjaga mereka.” (QS. An Nisa’:34)
Wanita solehah adalah idaman setiap orang. Harta yang paling berharga, sebaik-baik perhiasan. Nabi S.AW. bersabda, Ertinya: ”Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang solehah.”
Alangkah indahnya jika setiap muslimah menjadi wanita yang solehah, idaman setiap suami. Oleh karena itu setiap wanita bersegera untuk memperbaiki diri dan akhlaqnya agar menjadi wanita yang solehah. Oleh karena itu kita harus mengetahui sifat dan ciri-ciri wanita solehah, di antaranya:
1. Pertama
Wanita muslimah adalah wanita yang beriman bahwa Allah Subhaanahu wata’ala adalah Rabbnya, dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah nabi-Nya, serta islam pedoman hidupnya. Dampak itu semua nampak jelas dalam perkataan, perbuatan, dan amalannya. Dia akan menjauhi apa-apa yang menyebabkan murka Allah, takut dengan siksa-Nya yang teramat pedih, dan tidak menyimpang dari aturan-Nya.
2. Kedua
Wanita muslimah selalu menjaga solat lima waktu dengan wudhuknya, khusyu’ dalam menunaikannya, dan mendirikan solat tepat pada waktunya, sehingga tidak ada sesuatupun yang menyibukkannya dari solat itu. Tidak ada sesuatupun yang melalaikan dari beribadah kepada Allah Subhaanahu wata’ala sehingga nampak jelas padanya buah solat itu. Sebab solat itu mecegah perbuatan keji dan munkar serta benteng dari perbuatan maksiat.
3. Ketiga
Wanita muslimah adalah yang menjaga hijabnya dengan rasa senang hati. Sehingga dia tidak keluar kecuali dalam keadaan berhijab rapi, mencari perlindungan Allah dan bersyukur kepadaNya atas kehormatan yang diberikan dengan adanya hukum hijab ini, dimana Allah Subhaanahu wata’ala menginginkan kesucian baginya dengan hijab tersebut. Allah berfirman:
Ertinya: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab:59)4. Keempat
Wanita muslimah selalu menjaga ketaatan kepada suaminya, seiya sekata, sayang kepadanya, mengajaknya kepada kebaikan, menasihatinya, memelihara kesejahteraannya, tidak mengeraskan suara dan perkataan kepadanya, serta tidak menyakiti hatinya.
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إذا صلحت المرأة خمسها وصامت شهرها وأطاعت زوجهادخلت جنّة ربّها (رواه أحمد وطبراني)
5. Kelima

Wanita muslimah adalah wanita yang mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhaanahu wata’ala, mengajarkan kepada mereka aqidah yang benar, menanamkan ke dalam hati mereka perasaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjauhkan mereka dari segala jenis kemaksiatan dan perilaku tercela.
Allah berfirman,Ertinya: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim:6)6. Keenam
Wanita muslimah tidak berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki bukan mahramnya.
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,Ertinya: “Tidaklah seorang wanita itu berkhalwat dengan seorang laki-laki, kecuali setan menjadi pihak ketiganya” (Riwayat Ahmad)Dia dilarang bepergian jauh kecuali dengan mahramnya, sebagaimana pula dia tidak boleh menghadiri pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali karena mendesak. Itupun harus berhijab. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Ertinya: “Seorang wanita dilarang mengadakan suatu perjalanan sejarak sehari semalam keculai disertai mahramnya” (Mutafaq Alaih)Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk keperluan kalian (wanita)” (Mutafaq Alaih)
7. Ketujuh
Wanita muslimah adalah wanita yang tidak menyerupai laki-laki dalam hal-hal khusus yang menjadi ciri-ciri mereka.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,Ertinya: “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki”
Juga tidak menyerupai wanita-wanita kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khusus mereka, baik berupa pakaian, maupun gerak-gerik dan tingkah laku.
8. Kelapan
Wanita muslimah selalu menyeru ke jalan Allah di kalangan wanita dengan kata-kata yang baik, baik berkunjung kepadanya, berhubungan telefon dengan saudara-saudaranya, maupun dengan sms. Di samping itu, dia mengamalkan apa yang dikatakannya serta berusaha untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari siksa Allah.
9. Kesembilan
Wanita muslimah selalu menjaga hatinya dari syubhat maupun syahwat. Memelihara matanya dari memandang yang haram. Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:
Ertinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nur: 31)Menjaga farajnya, memelihara telinganya dari mendengarkan nyanyian dan perbuatan dosa. Memelihara semua anggota tubuhnya dari penyelewengan. Ketahuilah yang demikian itu adalah takwa.
10. Kesepuluh
Wanita muslimah selalu menjaga waktunya agar tidak terbuang sia-sia,baik siang hari atau malamnya. Maka dia menjauhkan diri dari ghibah (mengumpat), namimah (mengadu domba), mencaci dan hal lain yang tidak berguna.
Ertinya: “Janganlah kalian saling dengki, saling membenci, saling mencari kesalahan dan bersaing dalam penawaran, namun jadilah hamba-hamba Allah yang bersatu” (Riwayat Muslim)Artinya: “Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran” (Mutaffaq Alaih)
Allah Subhaanahu wata’ala berfirman, Ertinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12)


“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan hati mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh menderita sakit, terasakanlah sakit tersebut di seluruh tubuh hingga tidak dapat tidur dan panas” (Riwayat Bukhari dan Muslim)<

..kerana aku x sehebat KHADIJAH yg begitu sempurna..
..kerana aku x setabah RABIATUL ADAWIYAH yg begitu setia dlm sengsara..
..kerana aku jg x sekuat & seteguh SARAH..
..apatah lagi secantik BALQIS..
..malah kasihku jua x setulus ZULAIKHA..
..lalu bantulah aku ya ALLAH, mncari jalan pulang ke sisi MU..

Sabtu, 2 Mei 2009

..Orang2 yg di doakan Malaikat.

Inilah dia orang2 yang akan di doakan oleh malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.

(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)


2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”

(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)


3. Orang – orang yang berada di saf barisan depan di dalam solat berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada (orang – orang) yang berada pada saf –saf terdepan”

(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)


4. Orang – orang yang menyambung saf pada solat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam saf).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang – orang yang menyambung saf – saf”

(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)


5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”.

(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)


6. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu berselawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)


7. Orang – orang yang melakukan solat shubuh dan ‘asar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat solat subuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat ‘asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)


8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’”

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)


9. Orang – orang yang berinfak.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”

(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)


10. Orang yang sedang makan sahur.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur”

(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)


11. Orang yang sedang menziarahi orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang saja hingga senja dan di waktu malam hingga subuh”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”

(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Sumber Tulisan Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang – orang yang Didoakan Malaikat)

Isnin, 20 April 2009

~..Salam Imtihan..~



salam imtihan utk sahabat2 yg akn mnghadapi imtihan fasa 2 ni..doakan kjyaan utk smua agar berjaya di dunia dan akhirat.InsyaAllah..Firman ALLAH:"DAN ORAG2 YG BERUSAHA DENGAN BERSUNGGUH2 KERANA MEMENUHI AGAMA KAMI,NESCAYA KAMI TUNJUKI MEREKA KE JALAN KAMI.." semoga kita semua tergolong dlm org2 yg sentiasa cemerlang di dlm ibadah dan imtihan di dunia dan akhirat..amin..mudah-mudahan dgn segala ilmu yg di kurniakan oleh NYA dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya demi Islam tercinta..mana mungkin manusia mencapai kejayaan tanpa pengorbanan..selamat berjuang!=)

....KEJAYAAN DGN USAHA 1 KEPUASAN,
....KEJAYAAN TANPA USAHA 1 KEBETULAM,
....KEJAYAAN DENGAN KEGALALAN 1 KETENTUAN,
....KEGAGALAN TANPA USAHA 1 PENYESALAN...

"بالتوفيق والنجاح "

..TIP UNTUK ANDA!..

--BELAJAR BERSUNGGUH2..otak jadi tajam..
--KURANGKAN MAKAN..otak jadi cedik..
--DIRIKAN SOLAT MALAM..fikiran jadi lapang..
--BACA AL-QURAN DGN MEMANDANG MUSHAF..hati jadi tenang..
--BANYAKKAN SELAWAT KE ATAS NABI MUHAMMAD S.A.W.. utk terangkn hati..
--BERSUGI SLPS WUDHU'..
--MAKAN MADU..sblm sarapan..
--MAKAN KISMIS..
--MAKAN KURMA..
--BNYK MINUM KACANG SOYA..
--DOAKN UTK SAHABAT2 ANDA..=)

.....YAKIN PADA ALLAH BUKANLAH MENGHARAP TERKABULNYA SEGALA HARAPAN,
.....YAKIN PADA ALLAH BUKANLAH KEINDAHAN NIKMAT,
.....YAKIN PADA ALLAH ADALAH MELETAKKAN KEREDHAAN PADA KETENTUANNYA..

p/s:syukran pada achik,sbb sudi buat kad utk imtihan..=) doakn kjyaan bsama..
semngat2..rajin2 study ye..=)sme2 najah lagi..insyaAllah..

Ahad, 19 April 2009

~Bila Tuhan di kenali....~



YA ALLAH..YA RAHMAN..
Kasihanilah diriku..kpd siapa lagi hendak ku harapkan belas kasihan jika tidak Engkau yg mengasihiku..hambaMu yg dhoif..Sesungguhnya hatiku ini meronta2,meminta agar aku dipilih olehMU utk mnjadi seperti mrk yg sudah pun tenggelam di dlm kecintaanMU.. walaupn aku tahu hatiku,amalanku,dan keikhlasanku belum tentu ianya diterima olehMU..sebesar debu pun ianya tidak bernilai disisiMU..manakala dosaku pula tidak dapat terhitung lagi,betapa jauhnya aku dgnMU wahai Tuhan...

TUHAN YG KUCINTAI..
Tatkala ku kenang nasibku yg tidak terjamin ini..entah berapa panjangkah lagi usiaku utkku berkhidmat kpdMU!!?mungkinkah baki usiaku ini mampu utkku sampai kpd cinta kudusMU??atau tidak sempat meraih cintaMU sblm bertemu dgnMU..nauzubillah! atau adakah si penipu ini akn dpt mengecapi cintaMU??..apalah dayaku utk memilih nasib,
sedangkan diriku ini sdg berada di dlm pentadbiranMU..hanya yg ku mampu sbg hamba, hanya mengharap rahmat dan simpatiMU.Wahai Tuhanku..hanya dapat ku menanti dan redhalah daku dgn ketentuanMU..aku redha menerima apa jua yg Engkau sediakan utkku,
krn Engkau adalah Tuhan Yg Maha Berkuasa ke atas ku..

WAHAI TUHANKU..
Tatkala melihat kedudukanku padaMU,memang tidak selayaknya aku menerima cintaMU krn Cintaku padaMU tidak setimpal utk ku menerima anugerahMU..terasa malunya aku menyatakn cintaku padaMU..wahai Tuhan..apabila ku fikirkan ini semua,hatiku ini tidak mampu utk berbuat apa2 lagi..hanya titisan air mata shj yg mnjadi jawapan, dan mnjadi sumber kepuasan hatiku utk menterjemahkan sgala perasaanku..mengahrapkan ALLAH..Tuhan sekalian hamba yg mencintaiMU..apabila Engkau dlm hatiku..sgala yg wujud di sisiku,tiada bernilai lagi..walaupn hakikatnya sgala yg lain dariMU itu bernilai dan bahagia di hati insan..namun bgku,terlalu bahagia pula aku dgnMU.. Terima kasih Tuhanku..aku bersyukur di atas nikmat yg kau berikan kpdku..

YA RABBAL'ALAMIN..
kalaulah aku mengenaliMU..Pastilah hancur serta luluh hati hambaMU ini,krn tidak sempat mengingati yg lain..hati dan jiwaku hanya terpaku kpdMU..jika hambaMU mengenali setiap kehebatan dan keagunganMU..satu kuasa yg mutlak yg kau miliki..
Maha Gagah dan Maha Perkasa,Maha Pembalas Dendam..nescaya kecutlah hati mrk..wahai Tuhanku..andainya aku benar2 mengenaliMU,matilah segala angan2ku,krn teramat bimbang takut berbuat dosa,dan sudah tentu takut..gementar dan segalanya menerpa di jiwaku..

YA ALLAH..WAHAI TUAHAN..
Betapa bertambah cinta ini..mengasyikkan di perasaan cinta..betapa takutnya aku jika nikmat ini di tarik dr jiwaku..sesungguhnya apa yg ku impikan agar suatu hari nnti, hatiku ini hanya sibuk dgnMU shj..ya ALLAH..sekalipun dunia berada di tanganku..

YA ALLAH..YA RAHIM..
Setiap kali aku teringatkanMU..pasti aku terharu mengenangkan diriku..hanya seorg hamba yg tidak berguna..maha bodoh,krn masih tidak mmapu melawan nafsu duniaku..
inilah diriku wahai Tuhan..walau apapun aku hambaMU jua...ya ALLAH..

Dari Abu Hurariah r.a., dari Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya, "Ada tujuh golongan yang mendapat naungan dari Allah SWT pada hari kiamat kelak, di mana tidak ada sama sekali naungan pada hari itu melainkan naungan dari Allah SWT;

1. Imam (raja atau penguasa) yang adil,
2. Pemuda yang menjadi dewasa dalam beribadat kepada Allah,
3. Orang yang hatinya tergantung di masjid,
4. Dua orang yang saling mencintai satu sama lain kerana Allah. Mereka berkumpul kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
5. Seorang laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan yang cantik untuk berbuat mesum, lalu dia menolak dengan kata, 'Aku takut kepada Allah.'
6. Orang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kirinya.
7. Orang yang mengalir air matanya ketika berzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam keadaan bersunyi diri kerna mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah SWT."

(Shahih Muslim, diriwayatkan juga oleh Abu Daud dan Ibnu Majah)

Ahad, 29 Mac 2009

~Kerana air mata..~





Air mata takut hari pembalasan untuk tambah ilmu lebih mahal daripada isi dunia
DUA belah mata boleh menangis, tetapi hati tetap reda atas ketentuan-Nya. Demikianlah keadaan orang Mukmin yang bersedih. Tawa dan tangis, gembira dan sengsara, nikmat dan ujian semuanya adalah lumrah kehidupan.

Seseorang itu tidak mungkin hanya melalui satu episod dalam kehidupannya, sedih dan menangis untuk selama-lamanya. Semua akan datang dan pergi silih berganti, tiada yang kekal di dunia ini.

Orang beriman berada di atas batas pertengahan, tidak berlebih-lebihan mengungkapkan perasaan yang bergejolak di hati. Inilah yang disebut sebagai jiwa hamba yang zuhud. Apabila mendapat nikmat, tidak terlalu gembira dan jika diserang musibah tidak pula terlalu bersedih. Semua dikembalikan kepada ketentuan Allah semata-mata.
Menangis adalah suatu ungkapan perasaan normal pada diri manusia. Biasanya manusia menangis atas sebab tertentu. Mungkin berduka kerana sudah kembali kepada Allah seseorang yang mereka kasihi. Kerana rindu yang menyeksa kepada orang disayangi.

Begitu juga orang akan menangis apabila menahan sakit, tidak kira sakit kerana dilukai perasaannya ataupun sakit pada zahir tubuh badannya. Orang akan menangis apabila kehilangan harta, diseksa dan dizalimi, diusir atau dihina peribadinya dan dimalukan di khalayak ramai.

Menurut al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, tangisan boleh diperincikan menjadi 10 jenis mengikut pelbagai maksud dan tujuan. Tangisan kasih sayang, ketakutan, gembira, kegundahan, cinta dan rindu, kesedihan, tidak berdaya, kemunafikan, orang upahan dan tangisan ikut-ikutan.

Satu tangisan yang istimewa dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-Nya. Tangisan ini tidak bersifat melemahkan semangat, bahkan ia boleh menghidupkan jiwa yang sudah lama mati. Ia tidak mendatangkan rasa putus asa dan kesakitan, bahkan air mata ibarat gelombang membangkitkan rasa optimis, kecekalan dan azam bergelora.
Tangisan itu membawa satu janji untuk hidup lebih bererti dan ia mampu mencelikkan pandangan mata hati meneroka alam lebih jauh lagi. Alam ghaib tidak nampak di mata kasar, hanya hati yang beriman boleh merasai kebenarannya. Tangisan itu dianugerahkan kepada Nabi dan Rasul, syuhada dan orang salih. Mereka berhak mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan, selain perlindungan- Nya.
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

Dan seseorang yang berzikir mengingati Allah dalam keadaan sendirian, lalu berlinanganlah air matanya kerana takutkan Allah.” (Hadis riwayat al-Bukhari)

Tangisan itu mendatangkan kelembutan hati dan membangkitkan rasa takut kepada Allah. Saidatina Aisyah Ummul Mukminin menangis ketika membaca ayat al-Quran dalam sembahyangnya, yang bermaksud:

“Maka Allah memberi kurnia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.” (Surah al-Tur, ayat 27)

Dan menangis pula ketika membaca ayat Allah yang bermaksud:

“Jika Engkau menyeksa mereka sesungguhnya mereka adalah hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Surah Al-Maidah, ayat 118)

Saidina Umar al-Khatab berkata: “Seandainya ada seruan dari langit yang mengatakan: Wahai manusia, sesungguhnya kalian semua masuk syurga, kecuali seorang. Tentulah aku amat takut kalaulah orang itu adalah diriku..” Maka beliau pun teresak-esak demi membayangkan kengerian peristiwa itu.

Saidina Ali bin Abi Talib berkata: “Sesungguhnya aku menyaksikan sahabat Rasulullah SAW, tetapi kini aku tidak menemukan lagi orang seperti mereka. Sesungguhnya mereka berpagi-pagi dalam keadaan yang kusut, mata yang bengkak kerana menangis ketika qiyam pada malam hari. Mereka membaca al-Quran sambil berdiri, duduk dan berbaring pada lambung mereka. Mereka berzikir dengan tubuh yang bergoncang bagaikan pohon ditiup angin kuat sedangkan mata mereka basah oleh air mata sehingga membasahi pakaian mereka. Demi Allah, seolah-olah keadaan umat sekarang seperti umat yang semalaman dalam keadaan lalai.”

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Aku belum pernah melihat sesuatu yang boleh menyebabkan orang yang tidur terbangun lantas lari daripada satu ancaman seperti ancaman neraka.” (Hadis riwayat al-Tirmizi)


Malam yang panjang itu sebenarnya ada bahagian untuk melembutkan hati, ada ruang mengadu kepada Allah, ada peluang mengetuk pintu maghfirah-Nya, ada kesempatan meminta perlindungan daripada azab neraka. Tetapi manusia yang lalai sudah melepaskan peluang keemasan itu untuk sekadar menikmati mimpi yang sebenarnya tidak dapat memuaskan hati.
Untuk mencapai darjat iman yang tinggi seperti sahabat Rasulullah SAW, tentu banyak rintangan yang harus dihadapi. Malas dan leka dengan permainan serta hiburan membuat hati manusia keras, ditambah lagi kurangnya ilmu, penghayatan mengenai jalan mendekatkan diri kepada Allah.
Kesibukan memuaskan nafsu syahwat terlalu mengganggu kekhusyukan hati. Akhirnya kelalaian itu menjadi kebiasaan, bagi yang sudah terbiasa akhirnya bukan menjadi suatu keaiban lagi selepasnya. Semakin lama dirinya semakin tenggelam kealpaan. Bahawa kita perlukan pertolongan Allah kerana hanya Allah yang berkuasa menyelamatkan manusia daripada kejahatan dirinya sendiri.
Allah berfirman menerusi lisan Nabi Yusuf yang bermaksud:

“Sesungguhnya nafsu itu sentiasa menyuruh kepada kejahatan kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (Surah Yusuf, ayat 53)


Apabila nafsu sentiasa menyuruh berbuat maksiat, lalai dan menunda amal maka keraslah hati dan keringlah mata daripada air mata taubat. Jika berdiri untuk sembahyang, akalnya menjelajah hingga ke seluruh ruang pemikiran yang terpendam dalam memorinya. Barang yang hilang pun boleh diingat di manakah tempat menyimpannya.
Maka terbukti sembahyangnya kosong, hatinya hampa, fikirannya tidak menumpu kepada kebesaran dan keagungan Allah. Bagaimanakah matanya boleh menangis, hatinya boleh takut dan akalnya boleh tunduk di hadapan Maha Pencipta?
Begitu juga ketika membaca ayat al-Quran, ia hanya semata-mata untuk pahala, kerana ilmunya belum sampai kepada penghayatan yang mendalam terhadap isi kandungan al-Quran. Padahal Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Sesungguhnya al-Quran itu diturunkan dalam kesedihan. Maka menangislah apabila kamu membacanya. Jika kamu tidak dapat menangis maka buat-buatlah menangis. Dan elokkan suara saat membacanya kerana siapa yang tidak melagukannya dia bukanlah termasuk golongan kami.” (Hadis riwayat Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Baihaqi daripada Saad bin Abi Waqqash)

Rasulullah SAW pernah meminta Abdullah bin Mas’ud untuk membacakan al-Quran kepada Baginda. Beliau membaca awal surah al-Nisa hingga ke ayat 41 dan beliau melihat Rasulullah SAW menitiskan air mata.
Abdullah bin al-Syakir berkata:

“Aku pernah menemui Rasulullah SAW ketika Baginda bersembahyang, sementara dari dalam tubuhnya terdengar suara seperti air yang mendidih kerana tangisan.” (Hadis riwayat Abu Daud dan al-Tirmizi)


Bagaimana jika air mata tidak juga mahu keluar, puas sudah hati memaksa sedih supaya kekhusyukan boleh singgah, walaupun sekejap. Kesilapan apakah yang dilakukan hamba Allah yang tidak dapat menangis ini?

Pertama, kerana ceteknya ilmu sehingga hati dan akalnya tidak dapat meneroka lebih jauh memikirkan keagungan Allah.

Kedua, kerana dirinya tidak merasai kesusahan ujian dan musibah, segalanya berjalan dengan aman dan lancar dalam kehidupannya sehari-hari.

Ketiga, berlebih-lebihan dalam bergembira, bergurau dan bermain-main. Keempat, kurang muhasabah dan bertafakur melihat kelemahan dan kekurangan diri. Dan yang kelima, berlebihan pula membanggakan amal sehingga mematikan rasa takut kepada Allah.
Menangis tidak semestinya menunjukkan seseorang itu lemah bahkan menangis kerana takut kepada Allah boleh melonjakkan semangat seorang hamba untuk mengorbankan segala-galanya yang dimiliki demi Tuhannya.

Bukankah syuhada menumpahkan darahnya kerana meninggikan kalimah Allah, biarlah kita mulakan ia dengan menitiskan air mata kerana Allah, itu saja yang termampu kerana harga setitis air mata itu lebih mahal dari dunia dan segala isinya. Memang sungguh berbaloi!

~Ikhlaskah kita?~



Bismillah wal hamdulillah..

Ikhlas adalah paling tinggi selepas iman. Ia adalah rahsia Tuhan hinggakan para malaikat pun tidak tahu dan yang empunya diri pun tidak dapat mengesannya. Ia adalah penentu samada amalan diterima atau ditolak.
Ada para sahabat apabila mendengar tentang ikhlas menangis mereka. Mereka merasa tidak selamat, rasanya tidak mungkin dapat perolehinya yang begitu tinggi nilainya kerana susahnya mendapat sifat ikhlas.Islam tidak membenarkan seseorang mengaku ikhlas.
Siapa yang mengaku ikhlas walaudpun sebelum ini ikhlas, automatik, ikhlasnya terbatal.
Contoh-contoh bagaimana yang dikatakan mengaku ikhlas: Membantu seseorang sambil berkata,“Ambillah, saya ikhlas…”
Menolong seseorang tapi pertolongannya ditolak.“Saya tolong awak ini ikhlas, tapi sedih, awak menolak..”
Dalam menulis surat kita selalu mengakhiri dengan tandatangan,
“Yang ikhlas.”
“Yang Benar.”
Dalam Islam, mengaku baik adalah salah. Siapa yang mengaku ikhlas, siang-siang lagi terbatal. Tiada siapa yang mengetahui siapa yang ikhlas sekalipun yang empunya diri. Tiada siapa yang berhak mengaku ikhlas, Cuma berusaha moga-moga jadi ikhlas dan moga-moga diterima Allah.

Erti Ikhlas
Murni, bersih, jenis dia sahaja, tidak bercampur jenis-jenis yang lain. Tidak dinodai seperti air yang tidak bercampur dengan sabun, tepung, sebab apabila sudah bercampur dengan benda lain, sudah tidak khalis lagi (tidak pure).
Begitulah dalam beramal, solat, zakat, baca Quran,mengajar, berdakwah, menolong, motivasi, forum, ceramah, belajar, semata-mata kerana Allah:
1. kerana suruhan-Nya
2. kerana keredhaan-Nya
3. kerana arahan-Nya
4. kerana mentaati-Nya
5. kerana patuh pada-Nya

Jadi perkara di atas adalah dari sebab atau kerana-Nya yang satu, tujuan satu, dan didorong oleh yang satu iaitu Allah. Abdikan diri kerana Allah, tidak dicampur atau bercampur selain Allah - itulah ikhlas - dorongannya satu. Apa yang nak berlaku atau nak jadi atau tidak jadi, tidak timbul sama sekali sebab niat semata-mata kerana Allah.
Sekiranya niat, dorongannya telah tercampur atau terselit niat-niat yang lain dari Allah seperti kerana riak, megah, glamor, pangkat, orang minta, takut orang tidak suka, mental exercise, boring tinggal di rumah, undi, uji kemampuan, hendak berlawan, hendakkan piala, hadiah, kerana kawan - maka ia tidak khalis atau ikhlas telah ternoda. Dengan itu boleh jatuh syirik khafi.
Di akhirat nanti Allah menyuruh dia meminta pada orang yang dia niat kerananya. Allah tidak balas kebaikan itu kerana ia mempunyai “kerana-kerana” yang selain dari “kerana Allah”.
Untuk ikhlas, sebenarnya amat susah sekali terutama yang ada kaitan kepentingan umum atau orang ramai yakni yang terdedah kepada pandangan umum seperti berdakwah, mengajar, gotong-royong, baca Al-Quran di depan orang, forum, upacara memberi hadiah - lebih-lebih lagi orang yang tidak memikirkan hati lalu hati dibiar dan terbiar. Jarang diambil kira, selalunya ramai yang terjebak.

Khususul Nafs - kepentingan diri seperti ingin popular, disedari atau tidak kerana kurang menyuluh hati. Awal-awal lagi nawaitu (niat) telah rosak seperti membuat rumah di atas lumpur.
Ada tiga jenis kerosakan yang berlaku pada 3 jenis kedudukan:
1. awal
2. pertengahan
3. akhir

Kerosakan awal contohnya seperti berdakwah. Sebelum memberi ceramah, hati kecilnya berkata:

“Inilah masanya nak jadi popular”

“Aku akan jadi terkenal…”

“Dengan ceramah ini dapatlah duit poket.”

Ada juga yang berniat untuk menghentam seseorang atau golongan tertentu sebelum berceramah, akibatnya rosaklah ikhlasnya ibarat orang yang melukis di atas air.

Kerosakan pertengahan pula contohnya niat untuk berceramah sudah baik tetapi sewaktu berceramah, ada pendengar yang angguk-angguk atau ada yang menangis kerana mendengar ceramah yang memberi kesan itu hingga hati kecil kita berkata:

“Hebat juga aku hingga ada orang boleh terima ceramah ini dan ada pula yang menangis.”

Kerosakan akhir pula contohnya niat dan sewaktu berceramah tidak ada apa-apa yang rosak, berjalan dengan baik tetapi sewaktu balik dari berceramah ada kawan yang datang bersama di dalam kereta berkata:

“Hebat betul ceramah ustaz tadi hingga ada yang menangis.”

Waktu itu maka datanglah rasa ujub hingga lupa ia semua itu datang dari Allah jua. Sepatutnya ia merasa malu kerana ini semua bukan dari dirinya tetapi hakikatnya dari Allah. Orang begitu ibarat membangunkan rumah tiba-tiba siap sahaja rumah itu terus runtuh.

Orang ramai yang mendengar ceramah tersebut juga tidak berubah sebab hati sudah cacat. Mereka memuji kita, tetapi tetap tidak berubah sebab dari rasa riak. Sifat taqwa sudah ternafi. Oleh itu buatlah kerja-kerja dengan penuh tawadhuk, takut dan cemas samada diterima amalan kita atau ditolak.

Ingatlah:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat amalan lahir kamu, tapi amalan hati kamu.”

Apabila kita melakukan sesuatu niat kerana Allah semata-mata, tetapi ada orang mengkritik kita, kita melenting, hati tidak senang dengan orang itu, bermakna kita masih mempunyai niat lain selain dari Allah.

Dalam menghadapi keadaan dimana susahnya untuk mendapat ikhlas ini, kita berdoalah pada Allah dengan doa yang berikut:

Wahai Tuhan, rasanya kami belum berbuat apa-apa sebelum ini. Kalaupun ada berbuat sudah tentu ada kepentingan diri. Kalaulah bukan pimpinan dan bantuan-Mu Tuhan, rasanya sebarang amalan kami mungkin tertolak semuanya. Berilah selalu hidayah dan taufiq-Mu, ya Allah agar segala lahir dan batin menuju keredhaan-Mu, ya Allah.

Ikhlas umpama semut hitam berada di atas batu hitam di malam yang gelap. tiada siapa pun yang tahu tentang ikhlas kecuali Allah. Ikhlas adalah rahsia di dalam rahsia Allah.

Wallahu a’lam.

Isnin, 16 Februari 2009

Taubat Ibarat Menangis slps Ketawa..



Riwayat dr saidina Ali r.a,bahawa seorg lelaki setelah selesai dr menunaikan solat lantas berdoa kpd Allah dgn katanya:"Ya Allah ya Tuhanku,aku bertaubat kpdMu sekarang juga."Apabila saidina Ali mendengar doa org itu lantas saidina Ali berkata:
"Wahai anda yg sedang berdoa,sesungguhnya taubat yg engkau lakukan secara semborno adalah taubat yg dusta,dan taubatmu itu memerlukan satu taubat yg lain."
Maka berkata pula lelaki itu:"Wahai Amirulmukminin saidina Ali,sekiranya engkau menyuruh aku bertaubat yg lain pula,maka apakah sebenarnya taubat itu,tolong terangkan kpd saya."
Kata saidina Ali kpd lelaki itu:"Bahawa yg dikatakan taubat itu ada 6 pengertian:

Pertama :Sekiranya kamu telah melakukan dosa yg lalu maka taubatnya hendaklah kamu menyesali segala kesalahan dan dosamu itu.

Kedua: :Jika kamu melakukan kesalahan dan dosa kpd ALLAH krn meninggalkan perintah wajib maka hendaklah kamu mengerjakan semula kewajiban yg telah ditinggalkan itu.

Ketiga: :Jika kamu melakukan kezaliman kpd orang lain,maka taubatnya ialah wajib bagi kamu memulangkan semula apa2 juga yg bersangkutan dgn org lain yg kamu zalimi itu dan dia memaafkan segala penganiayaan yg kamu lakukan terhadapnya itu.


Keempat:
:Maka sekiranya kamu melakukan maksiat sehingga diri dan jiwamu sebati dgn maksiat itu,maka demikian jugalah kamu wajib melakukan taat kpd ALLAH sehingga jiwamu sebati dgn ketaatan itu.

Kelima: :Sebagaimana lazat dan manisnya maksiat yg kamu lakukan ,maka demikianlah pula kamu lakukan ketaatan sekalipun pahit.

Keenam: :Sekiranya kamu melakukan maksiat kpd ALLAH dalam keadaan kamu gembira dgn gelak ketawa,maka sampailah giliran kamu menangis menyesali dosa yg kamu lakukan itu berserta mengerjakan segala ketaatan kpd ALLAH.

Taubat sekadar pada lidah tanpa memperlihatkan tanda2 penyesalan terhadap kesalahan yg lampau,dapat dibuktikan sbg suatu permainan lidah semata-mata sekiranya dia masih lagi mengekalkan perbuatan yg membawa kpd dosa,maka bg saidina Ali perbuatan tersebut hanyalah suatu pendustaan terhadap ALLAH.
Saidina Ali menyifatkan taubat seperti itu adalah dusta,maka taubatnya itu bukan sahaja tidak menggugurkan walau sedikit sekalipun dosa yg sedia ada,malah ia menambah lagi dosa kpd dirinya, kerana ia telah berdusta kpd ALLAH dgn permainan lidah yg sekadar menyebut kalimah taubat sedangkan pada hakikatnya masih lagi mengekalkan perbuatan yg menyebabkab dia berdosa.

Selain itu segala maksiat itu lazimnya adalah perkara yg disenangi oleh nafsu,sehingga tersa manis dan lazatnya maksiat itu.Orang sanggup mengorbankan harta benda dan maruah utk melakukan berbagai2 maksiat yg sangat manis dikecap oleh nafsu.Maka tidak dapat tidak apabila dia hendak bertaubat dia terpaksa menerima hakikat bahawa ketaatan itu sgt pahit,dia terpaksa menghabiskan kesenangan hidup semata-mata krn hendak menebus kesalahan yg lalu dan semuanya adalah pahit.
Tetapi pahit itu merupakan ubat,maka sekali-kali dia tidak akan memuntahkan,sebaliknya dia mesti menelannya krn dia sedar bahawa dia ibarat orang sakit dan berharap bahawa kepahitan itu akan dapat menyebuhkan dirinya dari segala dosa.
Kata-kata hukama':bahawa jalan menuju ke neraka dikelilingi dgn kemanisan dan kelazatan,kerana semuanya adalah sesuai dgn runtunan nafsu.Sebaliknya jalan ke syurga itu dikelilingi dgn onak duri kepahitan krn sifat ketaatan itu amat sulit utk dicapai dia terpaksa menempuh segala getir pahit,namun terpaksa ditelannya krn dia sudah berazam utk sembuh dari dosanya.

Tiada manusia yg terlepas dr melakukan dosa kecuali Nabi s.a.w krn baginda bersifat maksum, namun ALLAH menghendaki agar manusia apabila dia menemui Tuhan di akhirat kelak keadaan tidak berdosa sebagaimana ia dilahirkan iaitu bersih dlm keadaan fitrahnya.Jesteru iti ALLAH sentiasa menghulurkan rahmat pengampunanNya melalui jendela taubat..

sumber: insan ingatlah!(Tuan guru Nik Abd Aziz Nik Mat)

Rabu, 4 Februari 2009

..Istiqamah..





PENGERTIAN ISTIQAMAH


Istiqamah bererti berpendirian teguh atas jalan yang lurus, berpegang pada akidah Islam dan melaksanakan syariat dengan teguh, tidak berubah dan berpaling walau dalam apa-apa keadaan sekalipun.

Daripada pengertian ini dapat dirumuskan unsur-unsur utama istiqamah:

1. Berpegang pada akidah yang benar, aqidah ahli As-sunnah Waljamaah.
2. Melaksanakan tuntutan Syariat Islam berpandukan Al-Quran dan hadis Rasullallah Sallallahu Alaihi Wassalam.
3. Mempunyai prinsip dan keyakinan yang tidak akan berubah atau goyah.
4. Tidak terpengaruh dengan dakyah dan godaan hawa nafsu dan syaitan.
5. Tidak tunduk pada tekanan demi melaksanakan tanggungjawab dan mempertahankan kebenaran.

Istiqamah menjadi tuntutan agama.

Sifat yang mulia ini menjadi tuntutan Islam seperti yang diperintahkan oleh Allah Taala dan Rasulnya .

(Surah Fusilat Ayat ' 6)

Ertinya: Katakanlah ( Wahai Muhammad ): "Sesungguhnya Aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepada Aku bahawa Tuhan kamu hanyalah Tuhan yang satu; maka hendaklah kamu teguh di atas jalan yang betul lurus (yang membawa kepada mencapai keredhaanya)......

(Rawahul Muslim)

Ertinya: Katakanlah: Saya beriman dengan Allah kemudian teguhkan pendirian kamu.
Ruang lengkap Istiqamah


Istiqamah merupakan daya kekuatan yang diperlukan sepanjang hayat manusia dalam melaksanakan tuntutan Islam, mulai daripada amalan hati, amalan lisan dan anggota tubuh badan. Jelasnya, segala amalan yang dapat dirumuskan dalam pengertian ibadah samada fardu ain atau fardu kifayah memerlukan istiqamah:
Contoh Istiqamah

1. Istiqamah dalam Iman dan melaksanakan tuntutan Iman.
2. Istiqamah dalam solat dan Ibadah-ibadah khusus yang lain.
3. Istiqamah dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta menentang kebatilan dan kezaliman.

Istiqamah dalam ibadah umum seperti belajar, berniaga dan membuat kerja-kerja yang diizinkan oleh syaraq.

Dengan matlamat untuk mencapai kejayaan di dunia dan di akhirat serta di redhai Allah Taala.
Tahap-tahap Istiqamah

Ada tiga tahap Istiqamah yang perlu berlaku serentak iaitu:

1. Istiqamah hati: sentiasa teguh dalam mempertahankan kesucian iman dengan cara menjaga kesucian hati daripada sifat syirik, menjauhi sifat-sifat cela seperti riak dan menyuburkan hati dengan sifat terpuji terutamanya ikhlas. Dengan kata-kata lain Istiqamah hati bermaksud mempunyai keyakinan yang kukuh terhadap kebenaran. Firman Allah Taala.

(Surah Al-Furqan ' ayat 32 )

Ertinya: Dan orang-orang yang kafir berkata : "Mengapa tidak diturunkan Al-Quran itu kepada Muhammad semuanya sekali ( dengan sekali gus ) ? diturunkan Al-Quran dengan cara yang demikian kerana hendak menetapkan hatimu (wahai Muhammad) dengannya, dan kami nyatakan bacaannya kepadamu dengan teratur satu persatu.

2. Istiqamah lisan: memelihara lisan atau tutur kata daripada kata-kata supaya sentiasa berkata benar dan jujur, setepat kata hati yang berpegang pada prinsip kebenaran dan jujur, tidak berpura-pura, tidak bermuka-muka dan tidak berdolak dalik.

Istiqamah lisan terdapat pada orang yang beriman, berani menyatakan dan mempertahankan kebenaran dan hanya takut kepada Allah Taala. Firman Allah Taala:

(Surah Ibrahim ' Ayat 27)

Ertinya: ....Allah menetapkan (pendirian) orang-orang yang beriman dengan kalimah yang tetap teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.....

3. Istiqamah perubatan: Tekun berkerja atau melakukan amalan atau

melakukan apa saja usaha untuk mencapai kejayaan yang di redhai

Allah. Dengan kata-kata lain istikamah perbuatan merupakan sikap dedikasi dalam melakukan sesuatu pekerjaan, perusahaan atau perjuangan menegakkan kebenaran, tanpa rasa kecewa, lemah semangat atau putus asa. Sikap ini menjadi begitu rupa kerana dorongan hati yang istikamah.

Hikmat Istiqamah

Istiqamah merupakan sikap jati diri yang teguh dan tidak luntur oleh apa jua pengaruh dan cabaran. Sikap ini membolehkan seseorang itu terus berusaha untuk mencapai matlamat daripada usaha dan pengorbanannya. Akhirnya sikap inilah yang menjadi faktor utama kejayaan.

Dengan kata lain istiqamah menjadi faktor pencapaian matlamat dalam apa jua bidang sama ada bidang agama, siasah, ekonomi, pendidikan, penyelidikan, perusahaan dan perniagaan. Peribahasa melayu ada menyebutkan, "berpantang maut sebelum ajal."

Kejayaan melaksanakan tuntutan iman dan matlamat amal Soleh dapat dicanai

dengan sikap istiqamah seperti yang dinyatakan di dalam Al-Quran.

(Surah Fusilat-Ayat 30-32)

Ertinya: Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinan dengan berkata : "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul, akan turunlah Malaikat kepada mereka dari semasa ke semasa (dengan memberi ilham): "Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berdukacita, dan terimalah berita gembira bahawa kamu akan beroleh Syurga yang telah di janjikan kepada kamu."

"Kamilah penolong-penolong kamu dalam kehidupan dunia dan pada hari akhirat; dan kamu akan beroleh pada hari akhirat apa yang kamu ingini oleh nafsu kamu, serta kamu akan beroleh pada hari ituapa yang kamu cita-citakan mendapatnya." "(pemberian-pemberian yang serba mewah itu) sebagai sambutan penghormatan dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani !"
Membentuk Sikap Istiqamah

Sikap Istiqamah dapat di bentuk dengan menanamkan unsur-unsur yang berikut ke dalam diri:

1.Matlamat yang unggul iaitu berjaya dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.

2.Semangat dan daya juang yang tinggi serta tidak mudah mengalah atau berputus asa.

3.Prinsip yang benar berasaskan Al-Quran dan hadis Rasullallahi Sallallahu Alaihi Wassalam.

4.Ilmu dan maklumat yang cukup.

5.Strategi yang kemas dalam perjuangan.

6.Usaha yang berterusan.

7.Yakin kepada takdir dan janji Allah Taala.

8.Berdoa dan bertawakal.

9.Bersyukur dan redha.

Sikap ini dapat diteladani daripada Rasullallah Sallallahu Alaihi Wassalam, para sahabat, para mujahid, syuhada" dan salihin seperti yang tertera di dalam gambaran sejarah.
Manusia dalam perjuangan hidup

Perjuangan dalam hidup manusia amat luas daerahnya. Ada perjuangan yang kecil dan ada perjuangan yang besar. Contoh perjuangan yang kecil ialah apa jua usaha yang dilakukan untuk mencapai kejayaan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan perjuangan yang besar ialah segala usaha untuk mencapai kejayaan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan perjuangan yang besar ialah segala usaha untuk mencapai kejayaan di dunia dan di akhirat. Asas bagi menentukan kecil atau besar tahap perjuangan itu ialah:

1.Matlamat perjuangan.

2.Halangan atau cabaran terhadap perjuangan.

3.Risiko atau pengorbanan yang diperlukan.

Namun begitu ada orang yang keliru. Mereka meletakkan perjuangan untuk mencapai kejayaan di dunia sebagai perjuangan yang utama dan mengabaikan perjuangan untuk mencapai kejayaan di akhirat. Sebenarnya orang yang berusaha untuk mencapai kejayaan di dunia sahaja adalah orang yang akan mendapat kerugian di dunia dan di akhirat, sedangkan orang yang berusaha untuk mencapai kejayaan di akhirat sebenarnya akan mendapat kejayaan di dunia dan di akhirat. Firman Allah Taala:

(Surah Al-Hadid" Ayat 20-21)

Ertinya: Ketahuilah bahawa apa (yang dikatakan) kehidupan di dunia itu tidak lain hanyalah (bawaan hidup yang berupa semata-mata permainan dan hiburan (yang melalaikan) serta perhiasan (yang mengurang), juga (bawaan hidup yang bertujuan) bermegah-megah diantara kamu ( dengan kelebihan, kekuatan, dan bangsa keturunan ) serta berlumba-lumba membanyakkan harta benda dan anak pinak; (semuanya itu terhad waktunya) samalah seperti hujan yang (menumbuhkan) tanaman yang menghijau subur) menjadikan penanaman suka dan tertarik hati kepada kesuburannya, kemudian tanaman itu bergerak segar (ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; akhirnya ia menjadi hancur bersepai; dan (hendaklah diketahui lagi, bahawa) di akhirat ada azab yang berat (disediakan bagi golongan yang hanya mengutamakan kehidupan di dunia itu), dan (ada pula) keampunan besar serta keredhaan dari Allah (disediakan bagi orang-orang yang mengutamakan akhirat). Dan (ingatlah, bahawa) kehidupan di dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya.

Berlumba-lumba kamu (mengerjakan ama-amal yang baik) untuk mendapat keampunan dari Tuhan kamu, dan mendapat Syurga yang bidangya seluas segala langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulnya; yang demikian ialah limpah kurnia Allah, diberikannya kepada sesiapa yang dikehendakinya; dan Allah sememangnya mempunyai limpah kurnia yang besar .

Malangnya ada pula orang yang tidak mempunyai perjuangan lansung dalam hidupnya, mereka hanyut bagaikan kiambang di sungai. Mereka diracuni oleh fahaman jabariah iaitu berserah pada takdir tanpa usaha, atau mereka mengikut arus dan perubahan zaman tanpa prinsip dan pendirian, iman mereka rapuh, amal ibadah mereka tidak menetap dan akhlak mereka dicorakkan oleh berbagai-bagai budaya.

Istqamah dalam perjuangan

Perjuangan yang suci di redhai Allah tidak terlepas daripada cabaran terutamanya perjuangan menegakkan Islam sama ada dalam diri, dalam keluarga dan dalam masyarakat. Cabaran itu hanya akan dapat di atasi oleh semangat jihad yang tinggi, beristiqamah, bersabar dan tidak berputus asa.

Firman Allah Taala:

(Surah Yusof ' Ayat 87)

Ertinya: Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhya tidak berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir.